Saturday, May 17, 2014

Mengenal Tanaman Hias Alocasia

Mengenal Tanaman Hias Alocasia | Nama Alocasia saat ini memang belum sepopuler kelompok Araceae lainnya. Sebut saja tanaman hias seperti anthurium, aglaonema, philodendron, dan caladium yang namanya sempat merajai pasar tanaman hias saat ini dan beberapa dekade silam. Namun, sosok Alocasia yang eksotik juga memmungkinkan untuk menjadi tanaman hias daun favorit. Daun Alocasia tebal dan memiliki urat daun menonjol dengan pola yang bermacam-macam. Karakter daun seperti inilah yang banyak digemari hobiis tanaman hias daun akhir-akhir ini. 
tanaman hias alocasia

Umumnya, Alocasia ditemukan tumbuh di dekat sungai atau rawa, tetapi ada pula jenis yang tumbuh di lereng-lereng pegunungan, daerah bebatuan, perbukitan terjal, hingga areal terbuka dengan kelembapan berkisar 80-90%.

Karena perbedaan itulah, intensitas cahaya yang dibutuhkan berbeda-beda. Alocasia yang bersosok besar dan tinggi biasanya membutuhkan cahaya lebih banyak, sedangkan Alocasia yang bersosok mungil pencahayaannya tidak berlebih. Sebab, Alocasia tersebut biasanya tumbuh di bawah rerimbunan pohon. Dengan demikian, alocasia cocok dijadikan tanaman hias pot ataupun sebagai tanaman hias di taman (landscape). Berikut ini morfologi tanaman alocasia.

Daun
Daun Alocasia

Daun merupakan salah satu mahkota yang dimiliki Alocasia. Ukuran, bentuk dan warna daun merupakan nilai keeksotisan tanaman ini. Secara umum daun Alocasia ada yang disebut dengan peltate dan sagittate. Peltate artinya tangkai daunnya agak menjorok ke tengah daun. Sementara itu, sagitatte memiliki ciri tangkai daunnya berada di pinggir cuping.

Bentuk daun Alocasia sangat beragam, dari segitiga, bulat, jantung, kipas, corong, keris, hingga yang berbentuk seperti ikan pari. Tepi daunnya juga bermacam-macam, ada yang rata, ada yang berlekuk. Ada pula yang bergerigi seperti gergaji. Jika dilihat dari pertumbuhan daunnya, ada Alocasia yang tumbuh dengan daun rimbun, ada pula yang hanya mempunyai 1-2 helai daun. Tangkai daun juga variatif, ada yang kokoh, lentur, berbulu, tidak berbulu, polos, hingga bercorak seperti kulik tokek.

Bunga.

Tongkol Bunga AlocasiaUmumnya, perbungaan pada famili Araceae terdiri atas dua bagian penting, yaitu seludang atau spate dan tongkol atau spadix. Seludang berfungsi untuk melindungi tongkol bunga. Warna seludang umumnya beragam dan berbeda antara satu jenis dan jenis yang lainnya. Saat masih muda, seludang membungkus tongkol dengan rapat. Dan pada usia tertentu seludang akan mekar, sehingga tongkolnya akan terlihat.

Tongkol bunga merupakan salah satu bagian penting dari proses penyerbukan. Di dalamnya terdapat bunga jantan dan betina. Umumnya, bunga jantan berada di atas bunga betina. Tanda bunga betina yang telah matang adalah berlendir.





Buah dan Biji

Bentuk buah Alocasia umumnya seperti biji kopi yang berukuran tidak lebih dari 2 cm. Jika sudah matang buah Alocasia akan berwarna merah. Jika dipencet, buah yang sudah matang akan mengeluarkan biji-biji kecil berwarna cokelat dan bisa digunakan untuk perbanyakan secara generatif.

Batang

Buah  Alocasia
Batang Alocasia akan terlihat jika pertumbuhannya sudah agak tinggi. Alocasia yang subur dan sudah cukup dewasa dapat menghasilkan 5-8 bibit baru. Itupun jika perbanyakannya atau pemotongannya dilakukan secara benar, yakni dengan memperhatikan mata tunas.

Akar.

Salah satu keunikan Alocasia adalah akarnya menghasilkan bulbil atau semacam umbi, umumnya terletak di ujung akar yang keluar dari pagkal batang. Bulbil ini jika dibiarkan akan menghasilkan anakan baru yang tumbuh dari indukan. Karena itu, salah satu perbanyakan alocasia adalah dengan menanam bulbil ke dalam media yang baru.

No comments:

Post a Comment

“Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar”